(Cerita ini ditulis dalam rangka kegiatan #ApplesWeekly pertama dengan tema: "makan apel". Dipersembahkan dengan sepenuh cinta untuk para Apples LCDP~ <3 )
***
Apel adalah buah
yang paling jahat.
Begitulah
alasan yang dikemukakan semua orang setiap kali Pangeran menanyakan sebab
mengapa Raja melarang adanya Apel di kerajaan ini. Biasanya, kemudian dia akan
bertanya lagi, “Kenapa disebut jahat?”
“Karena
dia adalah buah yang selalu meminta, Pangeran,” jawab Pengawalnya pada suatu
hari. “Apel hanya memberi dagingnya supaya dia bisa datang meminta lagi, dan
lagi.”
“Aku
tidak mengerti.”
“Tentu
saja, Pangeran kan belum dewasa.” Pengawal menertawainya.
Pangeran
tidak sabar ingin segera beranjak dewasa. Buatnya, menjadi dewasa kedengaran
seperti akan membantunya memahami banyak hal yang sekarang tidak dia pahami.
Bukan hanya tentang Apel—meskipun Pengawal bilang mungkin akan lebih baik jika dia
tidak memikirkannya lagi, tetapi juga tentang Upacara Pertukaran, misalnya.
“Kata
Ayah, aku akan jadi Raja setelah melakukan Pertukaran,” ceritanya. “Seperti apa
sih Pertukaran itu?”
“Pertukaran
artinya menukarkan Jantung Hati-mu dengan Jantung Hati orang lain...”
“Bukankah
itu artinya aku akan terpisah dengan Hati-ku?” Pangeran bertanya keheranan.
“Sepertinya menyakitkan. Lagipula, aku tidak yakin aku mau mempercayakan Jantung
Hati-ku kepada orang lain...”
“Oh
Pangeran, kau tidak tahu. Pertukaran adalah hal paling indah yang bisa dialami
seseorang dalam hidupnya,” Pengawal menjawab sabar.
“Begitukah?”
Sekarang,
keraguan Pangeran terdengar bercampur dengan perasaan antusias.
“Kuharap
bisa secepatnya, kalau begitu. Aku sungguh ingin tahu...”
Mendengar
ini, Pengawal hanya tersenyum.
***